Tertaut

My second family

Aku tahu waktuku sudah habis
Masaku di tempat itu harus terganti
Melihat mereka tersenyum gembira di foto-foto itu
Buat hatiku terasa sakit
Sesak, haru, bangga. bahagia, sedih

Aku tahu waktuku sudah habis
Masaku di tempat itu harus terganti
Aku tahu waktuku tak akan bisa diulang
Seberapa besarnya keinginanku untuk mengulangnya
Tetap ada tembok tinggi yang tak mungkin kulampaui
Tidak, jiwaku masih bersemayam disana
Hatiku masih tertaut diantara senyum senyum mereka
Hanya ragaku yang perlahan pergi meninggalkan mereka
Entah berapa tahun lagi
Saat ragaku benar-benar tak pernah kembali ke sana

Aku tahu waktuku sudah habis
Masaku di tempat itu harus terganti
Mereka pun akan mengalaminya
Aku membayangkan, apakah mereka akan merasa seperti aku ini?
Kau boleh bilang aku melankolis, inilah aku
Setiap saat aku selalu ingin bersama mereka
Seperti ini selamanya

Haaaaah , mustahil
Burung – burung baru akan segera lahir dari cangkang telurnya
Yang remaja akan segera pergi dari sarangnya
Yang dewasa hanya sesekali kembali
Lalu pergi tak kembali
Kenyataan yang selalu terulang
Berulang
Dan terulang
Waktu itu kejam, aku tahu
Waktu itu egois
Tapi Waktu memberikan tempatnya pada kawan baiknya
Sang Memori

Aku tahu waktuku sudah habis
Masaku di tempat itu harus terganti
Saat ini aku menemukan sarang baruku
Tepatnya calon
Aku tak tahu apakah hatiku bisa bersemayam disini seperti di tempat itu
Semoga , semoga
Oh Tuhan yang sangat aku cintai
Aku benar-benar menyayangi mereka
Aku ingin selamanya bersama mereka
Bolehkah ?

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s