Antara Agama dan Seni

Assalamu’alaikum semuaaa ..
Pertama-tama , aku pengen ngucapin Marhaban ya Ramadhan, selamat berpuasa bagi yang melaksanakan πŸ™‚

Naah , akhirnya kegiatan OSPEK udah selesai πŸ™‚ seneng lah yaaa . Tapi kali ini aku mau nulis tentang kejadian di OSPEK Universitas hari kedua, tepatnya waktu display UKM. Singkat cerita, waktu display UKM Unstrat , maba dari FIK, FISE, FT dan FMIPA balik badan, enggak mau lihat. Untung aja fakultasku enggak ikut balik badan. Dari beberapa blog dan berita kampus yang aku baca, para pemandu 4 fakultas itu nganggep kalau pakaian yang dipakai Unstrat tidak menutup aurat, apalagi ditampilkan pas Bulan Ramadhan. Jadi mereka memerintahkan maba balik badan. Aku enggak punya fotonya sih, tapi ada sedikit gambaran tentang pakaian Unstrat karena aku lihat dari awal. Yaaaah kaya pakaian Papua, tanpa baju atasan dan bawahannya celana pendek ditutupi kain-kain semacam rok. Badannya ditutupi body painting.

Buatku, melihat aksi pemunggungan yang kaya begini bikin aku pengen nangis. Aku seorang Muslim, dan berkembang di keluarga Muslim taat yang juga menyukai seni. Ayahku pelukis, kakakku penari dan orang teater, kakekku jago musik instrumen sekaligus pemuka agama. Aku tidak pernah sekalipun diajarkan untuk mempermasalahkan seni dengan agama. Bagiku, kejadian display itu adalah sebuah pelecehan. BukanΒ  hanya dalam hal seni, tapi lebih pada bisa tidaknya menghargai pandangan orang. Coba lihat pada display yang lain, Serufo misalnya. Pakaian mereka sama kaya yang dipakai Unstrat, tapi tidak ada aksi balik badan. Bahkan ada salah satu performer yang memakai kerudung tapi bajunya membentuk tubuh. Display marching band pun sama, ada yang berkerudung tapi dancenya nggak patut. Mmm sebagai gambaran kaya dance-dance latin. Tapi itu nggak dipermasalahkan. Memang saat display Serufo dan Dance marching band banyak yang bilang “Astaghfirullah”, tapi tidak balik badan. Kalau memang yang dipermasalahkan adalah soal pakaian, mengapa saat display yang 2 itu tidak ada yang balik badan?

Mungkin para pemandu dan maba ada yang risih melihat performance seperti itu. Apalagi terkadang seni tidak bisa dilihat secara awam. Seni itu complicated. Penafsiran akan seni tergantung pada individu yang melihat. Begitu pula agama, penafsiran dari ustadz satu dengan ustadz lain saja berbeda kan? Apalagi penafsiran masing-masing individu tentang bagaimana beragama. Kebenaran itu relatif, jadi jangan merasa paling benar.

Aku pernah mendengar sebuah kata : niat yang baik, kalau dilakukan dengan cara yang salah tidak bisa dianggap sebuah kebaikan. Niatnya menghindari dari melihat hal yang tidak patut, tapi dengan cara memunggunginya, maka itu tidak bisa dibenarkan. Niatnya menampilkan performance yang all-out, tapi tidak mempertimbangkan audience, juga bukan hal yang bisa dibenarkan. Aku tidak memihak Unstrat. Aku melihat dari sudut pandang seorang penonton. Sebagai penonton, jika tidak mau melihat suatu performance kita bisa menundukkan wajah ataupun menutup mata. Kalau mau mengkritik, bisa disampaikan secara baik-baik. Tidak perlu provokasi.

Hari ini aku iseng membaca berita soal itu di sebuah blog, dengan berbagai komentar yang disampaikan. Tentang Ramadhan, menurutku itu tidak bisa jadi dasar membenarkan tindakan “pemunggungan”. Tentang kebebasan berekspresi, sepatutnya melihat sasaran penonton yang ada. Aku yakin kakak-kakak angkatan yang berdisplay sudah lebih mengenal situasi kampus daripada aku yang masih maba ini. Aku rasa mereka sudah bisa lebih mengira apa resiko dari yang mereka tampilkan. Aku benar-benar menyayangkan kejadian ini. Betapa dangkalnya toleransi yang ada , juga betapa besarnya permainan kepentingan disini.

Satu hal lagi, jangan mengatasnamakan agama untuk mencerca seni. Dan jangan mengatasnamakan seni untuk melanggar agama. Seni dan agama bisa jadi satu, bisa juga bertolak belakang. Kembali pada individu yang menilainya.

Wassalamu’alaikum πŸ™‚

Advertisements

2 thoughts on “Antara Agama dan Seni

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s